Suatu ketika seorang hamba sahaya jatuh cinta pada sang raja. Mendengar hal itu rajapun memanggil hamba sahayanya yang terpedaya, katanya : “karena kau jatuh cinta padaku, maka kau harus memilih salah satu dari dua hal ini- dipenggal kepalamu atau masuk penjara”..
Sang hamba berkata bahwa ia lebih memilih masuk penjara….Raja lalu memerintahkan pengawalnya untuk memenggal kepala si hamba sahaya…seorang menteri istana berkata ” Tuanku, ia tak bersalah, kenapa harus dibunuh?”..Raja menjawab : ” Ia bukan seorang pencinta sejati yg tulus, kalau ia sungguh2 mendambakan aku, tentulah ia lebih suka kehilangan kepala ketimbang berpisah dari yg dicintainya…Ia yg mencintai aku tetapi lebih mencintai kepalanya sendiri, bukanlah pencinta sejati…”
Saudaraku, kita selalu mengklaim bahwa kita mencinta Allah dan RasulNya di atas segalanya, karena memang itulah tanda orang yg beriman sesungguhnya…tapi apa yg sudah kita lakukan untuk dapat membuktikan cinta kita itu ? sudahkah kita menempatkan Allah dan RasulNya di atas segalanya ?…